Selasa, 22 Oktober 2024

DINAR DAN DIRHAM

 


DINAR DAN DIRHAM

 

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

 

Dinar dan dirham adalah mata uang yang digunakan di masa lalu, terbuat atau dicetak dari logam mulia, yakni dinar dari emas, sedangkan dirham dari perak.

 

Mata uang dinar beratnya sekitar 4,25 gram emas, 22/ 24 karat. Jika harga emas sekarang pergramnya 1.400.000 rupiah, maka 1 dinar kursnya adalah Rp 5.950.000.

 

Sedangkan dirham beratnya ditemukan beragam, mulai dari 3, 4 sampai 5 gram perak murni. Jika harga perak sekarang pergramnya di kisaran 18.000 rupiah, maka 1 dirham kursnya adalah Rp 80.000 - 90.000.

 

Karena mata uang ini menggunakan logam mulia, khususnya emas untuk dinar, ia cenderung stabil alias tidak mengalami yang namanya inflasi dalam nilai yang besar.

 

Contoh, di masa Nabi shalallahu'alaihi wassalam yang sudah berlalu 1.500 tahun yang lalu, 1 dinar di masa itu bisa untuk membeli satu ekor kambing yang besar, dan 1 dirham untuk membeli satu ekor ayam.

 

 Nah hari ini nilai 1 dinar dan 1 dirham pun bisa kita gunakan untuk membeli jenis hewan yang sama, bahkan bisa lebih besar lagi.

 

Jadi dinar dan dirham di sini bukan mata uang yang ada hari ini, seperti dinar Iraq dan dirham Emirat Arab. Itu hanya kesamaan nama saja, hanya kebetulan belaka.

 

Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian ataupun cerita, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan. Akhh.

𝗔𝗧𝗘𝗡𝗦𝗜 𝗞𝗢𝗡𝗧𝗘𝗡 𝗦𝗔𝗡𝗚𝗚𝗔𝗛𝗔𝗡

 


𝗔𝗧𝗘𝗡𝗦𝗜 𝗞𝗢𝗡𝗧𝗘𝗡 𝗦𝗔𝗡𝗚𝗚𝗔𝗛𝗔𝗡

 

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

 

(1) Video dan tulisan kami yang isinya memberikan jawaban, tanggapan dan bantahan terhadap pihak yang mencoba memelintir ayat al Quran atau hadits mendapatkan reaksi keras dari beberapa pihak.

 

(2) Karena itu saya mengharapkan teman-teman netizen untuk membantu dengan memberikan dukungan seperti jawaban balasan kepada mereka yang nyinyir di kolom komentar. Masa iya saya disuruh ribut juga sama mereka ? Bagi tugas coba, saya bagian logisnya, situ bagian "sadis-sadisnya..."

 

(3) Dengan ini justru saya akan semakin gas poll. Ke depannya akan saya perbanyak konten-konten jawaban atas tuduhan oleh kaum oten atau kelompok liberal terhadap ajaran Islam.

 

(4) Silahkan kirimkan kepada kami video atau konten lainnya yang berisi analisa ngawur, bahasan prematur, tuduhan tak berdasar dan apapun itu dari mereka tentang Islam, insyaallah akan kami prioritaskan untuk dijawab.

 

(5) Jawaban lebih kepada bentuk pembelaan, bukan menyerang balik selama tidak terlalu dibutuhkan. Kami akan menggunakan data dari intern Islam atau seandainya harus mengambil dari pihak luar saya akan "perhalus" dengan istilah-istilah yang dipakai dalam Islam.

 

Seperti saya akan menyebut Nasrani, bukan Kristen, al Kitab, bukan Bible dan lainnya. Yang mungkin penggunaan istilahnya tidak terlalu tepat, namun hal ini dengan tujuan menghindari adanya pihak-pihak yang ingin menuduh kami "menghina" agama lain.

 

(6) Konten yang membahas masalah agama tertentu atau lintas agama selama dilakukan dengan cara yang baik, tentu hal yang boleh, sah dan tidak melanggar norma serta hukum yang berlaku.

 

Berbeda kasusnya bila telah menggunakan diksi kata yang merendahkan pihak lain, tidak jujur dalam menyampaikan fakta dan data, apa lagi berisi fitnahan, maka ini sudah seharusnya untuk dijawab dan diluruskan.

 

(7) Siapapun yang ingin debat, diskusi, atau apalah istilahnya yang bertema "tuduhan" terhadap ajaran Islam, baik yang ada dalam al Qur'an maupun Hadits, seperti dianggap tidak masuk akal, sesat, hasil jiplakan dll. Saya bukan hanya siap melayani tapi siap mendanai acara yang diadakan.

 

(8) Silahkan menghubungi kami di nomor WA 0811588132. Untuk inbox sosmed kami sudah kesulitan untuk menyimaknya karena ada ribuan pesan yang belum kami buka.

 

Harap berkomunikasi dengan bijak. Bentuk spam, teror seperti panggilan berkali-kali tanpa konfirmasi dan mengirim pesan yang isinya tak beradab akan kami blokir.

 

Demikian, semoga Allah memberikan kepada kita keikhlasan dan keistiqamahan dalam dakwah..

WAQAF UNIK

 


WAQAF UNIK

 

Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq

 

Tahukah anda bahwa di masa Shalahuddin al Ayubi rahimahullah, pemerintah telah mewaqafkan susu segar dan air yang dicampur dengan madu atau sirup untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas ?

 

Uniknya, waqaf ini disalurkan lewat instalasi tak ubahnya semacam PDAM hari ini di beberapa tempat utamanya fasilitas umum seperti benteng dan masjid-masjid.

 

Jadi seseorang bisa memilih memuter sebuah keran yang akan memberikannya susu yang menyehatkan atau keran yang akan mengalirkan untuknya minuman yang menyegarkan.

 

Masyaallah, pilihannya adalah antara madu atau susu, bukan pilih madu atau racun.

 

Demikian juga di masa beliau ada padang-padang rumput dan tempat perawatan hewan yang terlantar khususnya kuda-kuda perang yang telah "pensiun" dari masa berjihad. Di mana hewan-hewan itu akan diurus dengan baik sampai tiba ajalnya.

 

Masyarakat umumnya tidak bersedia memakan dagingnya karena penghormatan dan penghargaan mereka yang besar terhadap "jasa" hewan-hewan tunggangan ini di masa lalu.